KAGAMA Shibori & Ecoprint Goes to Festival Tlatah Bocah XIII

Festival Tlatah Bocah adalah festival seni untuk anak, dengan sebagian besar penampil pertunjukan seni juga adalah anak. Selain pertunjukan seni, diadakan pula aneka lokakarya dan diskusi. Festival Tlatah Bocah diadakan di desa yang berbeda tiap tahunnya, dengan melibatkan penduduk setempat sebagai panitia. 

Festival Tlatah Bocah XIII ini diadakan pada tanggal 24-25 Agustus 2019. Ini adalah kali kedua keikutsertaan KAGAMA Shibori & Ecoprint (KSE) sebagai pengisi lokakarya. Kami mengadakan lokakarya pembuatan kain shibori dengan zat warna alam (tahun lalu teh, tahun ini mahoni dan indigo strobilanthes). Rombongan KSE kali ini ada 19 orang, bertambah dari rombongan KSE tahun sebelumnya.

Persiapan KSE kali ini berlangsung lebih baik. Kegiatan direncanakan cukup matang. Kami berencana mengajarkan pembuatan kantung kecil multifungsi dari kain bermotif shibori. Dari situ bahan yang hendak dibawa disusun daftarnya. Dari daftar bahan, setiap peserta KSE menawarkan diri untuk membawa salah satu atau beberapa di antaranya. Semuanya berjalan begitu saja. Ada yang memilih membawa kain sekaligus memotong-motongnya, ada yang memilih membuat dan membawa larutan pewarna, ada yang memilih membawa alat yang dibutuhkan peserta lokakarya untuk membuat shibori, ada yang memilih mendukung dengan dana untuk operasional. Ketika persoalan datang di malam hari H-1 acara – karena spanduk yang sebelumnya digunakan pada keikutsertaan di Festival Tlatah Bocah tahun lalu terselip tidak ditemukan – semua anggota rombongan ikut urun rembug dan ada yang menyediakan diri untuk membuat desain dan memesankan spanduk yang baru.

This image has an empty alt attribute; its file name is 68921426_10159237693693312_5612504382982586368_o-1024x717.jpg

Sekitar tiga minggu sebelum festival, Mas Gunawan Julianto mewakili panitia festival menawarkan pada kami untuk membuatkan background spanduk festival dengan motif shibori – sebelum nantinya oleh panitia diberi tulisan “Festival Tlatah Bocah”. Kain blacu akan disediakan panitia. Kami menyambut dengan gembira tawaran tersebut. Dari bincang-bincang singkat, diputuskan kami akan menggunakan pewarna mahoni. Motif akan dikerjakan ramai-ramai, dengan teknik yang dikuasai masing-masing. Pengerjaan dilakukan seminggu sebelum acara. Terselip rasa bahagia ketika melihat spanduk itu terpasang di lokasi acara.

===

Keikutsertaan KAGAMA Shibori & Ecoprint (KSE) di hari pertama festival diisi dengan lokakarya untuk anak, yaitu siswi (dan belakangan siswa) SDN Sriwedari 2 Salaman Magelang. 

Rombongan peserta yang datang pertama mayoritas siswi. Peserta lokakarya dibagi dalam kelompok yang berisi 5 orang. Tiap kelompok dipandu oleh satu anggota KSE. Peserta KSE lainnya ikut mendampingi dan membantu mempersiapkan alat dan bahan. Aneka teknik shibori dijelaskan, lalu peserta memilih dan mengerjakan sesuai kreativitas masing-masing. Proses celup warna dengan zat warna alam lebih membutuhkan kesabaran jika dibandingkan dengan menggunakan zat warna sintetis. Sebagian besar anak-anak bisa mengikuti dengan sabar dan tekun, meski ada yang kemudian memilih tidak melanjutkan ke proses penjahitan agar jadi kantong.

This image has an empty alt attribute; its file name is 69799914_10159237685993312_2354203911469924352_o-1024x768.jpg

Belakangan datang serombongan anak laki-laki yang bilang minta ikut diajari. Dengan aneka polahnya, mereka bersedia mengikuti lokakarya. Tak lama kemudian datang pula tiga ibu meminta ikut lokakarya. Semua dipandu dengan penuh kegembiraan.

This image has an empty alt attribute; its file name is 69263108_10159237689548312_6036268477998694400_o-200x300.jpg

Lokakarya kami sempat disimak oleh seorang seniman dari Malaysia. Saya sempat berbincang singkat dengannya. Dia takjub ketika mengetahui bahwa sehari-harinya kami bukan seniman, kami pekerja profesional dari aneka bidang.

Saat hari beranjak siang, kegiatan lokakarya kami akhiri untuk dilanjutkan lagi esok harinya.

===

Rombongan KAGAMA Shibori & Ecoprint (KSE) menginap di rumah pasangan Pak Yitno dan Bu Etik. Bu Etik membuka praktek bidan di rumahnya. Kami disediakan ruangan yang nyaman untuk menginap semalam. Maturnuwun sanget Pak Yitno dan Bu Etik.

Minggu pagi selepas sarapan, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama di depan spanduk Festival Tlatah Bocah XIII yang latarnya kami kerjakan bersama dengan motif shibori ğŸ™‚ Setelah itu kami kembali membuka lokakarya shibori. 

Di hari kedua Festival Tlatah Bocah ini, hampir semua peserta adalah orang dewasa, ada ibu-ibu dan ada anak muda yang sebagiannya adalah pengisi acara. Jumlah peserta lokakarya melebihi perkiraan kami, sampai kami harus membuat larutan pewarna dan fiksasi tambahan. Peserta lokakarya cukup kreatif dalam membuat motif-motif shibori pada kain yang mereka kerjakan. Beberapa peserta punya kesabaran ekstra untuk mengikuti proses pewarnaan, hingga warna yang mereka dapatkan cukup bagus.

Ada dua orang peserta lokakarya yang datang dari Amerika Serikat. Sebuah tantangan lebih bagi tim KSE untuk bisa memandu mereka mengikuti proses pengerjaan shibori, terutama dalam menjelaskan istilah-istilah yang spesifik seperti: larutan kapur, larutan tunjung (!). Yang menarik, Bita – putri Mbak Cecilia, bisa menjelaskan langkah-langkah pengerjaan shibori dengan cukup baik. Good job, Bita!

This image has an empty alt attribute; its file name is 68618858_10159237693753312_6548392467043975168_o-1024x682.jpg

Semula kami merencanakan mengakhiri lokakarya pada jam 2 siang. Namun demi mengakomodasi beberapa peserta terakhir yang tetap berminat mengikuti seluruh proses pengerjaan – termasuk menjahit kain shibori hingga menjadi kantung, lokakarya baru berakhir sekitar jam 3 sore.

This image has an empty alt attribute; its file name is 69606749_10159237694068312_2351682396299984896_o-1024x682.jpg

Sebuah pengalaman yang menyenangkan.

Kami belajar
Kami berkarya
Kami gembira

This image has an empty alt attribute; its file name is 68948069_10159237694323312_3167420767415566336_o-1024x768.jpg

Informasi mengenai kegiatan KAGAMA Shibori & Ecoprint bisa diperoleh di: https://www.facebook.com/kagamashibori

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*