Kagama Fotografi Menggelar Webinar “Maternity and New Born Photography”

Hari Sabtu (5/9/2020) jam 15.00 s/d 17 WIB berlangsung webinar dengan judul “Maternity and New Born Photography”, menghadirkan narasumber utama Yudi Wasisto (FTP ’85) pendiri Photo Talk Studio dengan host Wahyu W. Basjir. Webinar yang pertama kali diselenggarakan oleh Kagama Fotografi tersebut rupanya cukup menarik atensi publik, terbukti dengan kehadiran lebih dari 220 peserta yang antusias mengikuti webinar dari awal sampai berakhirnya acara.

Tampil di awal acara, ketua panitia webinar Adi Mustika mengatakan di masa pandemi ini hampir semua fotografer mengalami sepi job, juga yang sekedar hoby tidak bisa memotret ke mana-mana. Itulah yang menginspirasi Kagama Fotografi membikin acara webinar untuk pertama kalinya, selain juga ingin menyambung tali silaturahmi dengan teman-teman fotografer semua. Ia berharap acara ini mampu memberi inspirasi bagi khalayak luas.

Adi Mustika, ketua panitia webinar

Berikutnya Destina Kawanti, Koordinator Departemen Fasilitasi Kagama Cabang Luar Negeri dan Komunitas PP Kagama, memberikan kata sambutan. Ia menyebut di masa pandemi ini kita harus jeli melihat peluang bisnis dari fotografi, seperti yang dilakukan oleh Yudi Wasisto, narasumber utama webinar. Mewakili PP Kagama, Destina berharap webinar kali ini bisa menjadi media untuk saling memberi & saling memotivasi, sehingga mampu menguatkan serta menyatukan anggota Kagama Fotografi di seluruh nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Destina Kawanti, Koordinator Departemen Fasilitasi Kagama Cabang Luar Negeri dan Komunitas PP Kagama

Selanjutnya narasumber utama Yudi Wasisto mempresentasikan materinya. Sebagai fotografer spesialis wedding, Yudi mengaku sangat terpukul dengan adanya pandemi. Nyaris tidak ada order selama berbulan-bulan. Lalu ia melihat kondisi stay at home dan work from home membikin lebih banyak ibu-ibu menjadi hamil dan melahirkan. Maka terbersitlah idenya untuk memotret ibu-ibu di masa kehamilan dan sesaat setelah bayinya dilahirkan. Segmen tersebut menurut Yudi bisa menjadi niche market atau celah bisnis yang menjanjikan yang belum banyak pihak meliriknya. Umumnya memotret bayi kurang diminati apalagi bagi fotografer muda, karena penanganan terhadap bayi perlu keahlian khusus dan tidak sembarangan orang bisa menangani bayi yang baru lahir.

Yudi Wasisto, narasumber utama pendiri Photo Talk Studio

Yudi berpesan sejak awal bahwa jangan sampai maternity photography atau memotret ibu hamil terjebak menjadi pornografi. Akan lebih aman apabila didampingi oleh suaminya. Usia kehamilan 8 – 8,5 bulan adalah masa ideal untuk diambil fotonya.

Untuk memotret bayi yang baru lahir momen terbaik adalah saat bayi berusia 5-14 hari ketika bayi masih lentur, mudah diatur membungkusnya (digedong bahasa Jawanya) dan mudah diposekan. Pelayanan yang diberikan adalah kita yang datang ke rumah client dan memakai formula SCH yaitu safety, comfortable dan higience. Faktor safety atau keselamatan sangat penting. Semua harus aman bagi adik bayi dan tidak memaksakan pose-pose yang berbahaya. Yang harus menjadi perhatian utama adalah kepala bayi karena masih sangat rawan. Kemudian juga harus comfortable atau nyaman bagi si bayi. Faktor higience atau kesehatan juga sangat penting apalagi di masa pandemi ini. Semua property harus dicuci dan disterilisasi sebelum digunakan, fotografer harus cuci tangan, serta pakai masker dan celemek.

Bagi Yudi pribadi ia lebih suka pose bayi yang natural apa adanya, menampilkan bayi dengan segala kelucuannya yang original. Pada awal mempromosikan jasanya ia sampai menyewa bayi tetangga yang baru saja dilahirkan. Dari banyak jepretan lalu dipilih satu foto terbaik sebagai maskot dan diposting di Instagram untuk menarik client. Beruntung banyak juga yang tertarik memakai jasanya. Karena menangani bayi untuk sesi pemotretan adalah ilmu baru bagi Yudi maka ia rajin mencari referensi dari kanal Youtube. Termasuk mempelajari bagaimana cara nggedong bayi yang benar dan aman.

Yudi biasa hanya memakai satu sumber lighting saat memotret bayi. Ia menyarankan cahaya jangan langsung mengarah ke bayi, apalagi kalau pakai flash telanjang. Harus dipantulkan agar jatuhnya cahaya ke bayi menjadi lembut.

Wahyu W. Basjir, host webinar

Di akhir presentasi Yudi memberitahu peserta webinar bahwa genre memotret maternity & new born merupakan ceruk bisnis baru yang bisa terkait dengan client lama. Di mana client yang dipotret saat prewedding dan wedding dulu bisa ditawari potret maternity saat sang istri hamil atau memotret bayi mereka. Yudi mengakui potret maternity jauh lebih mudah dibanding new born karena menghandle bayi jauh lebih susah dibanding mendirect orang dewasa.

*) Materi webinar bisa disimak di kanal Youtube https://www.youtube.com/watch?v=1A7jj114qug

Event Akan Datang

Urban Farming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*